Home » Bola Indonesia » Kisah Kylian Mbappe kehilangan 700.000 pengikut Instagram karena Real Madrid

Kisah Kylian Mbappe kehilangan 700.000 pengikut Instagram karena Real Madrid

“Alasan di balik dia tinggal di Paris.”

daftar mpocash

Viking News – Superstar Prancis Kylian Mbappe adalah salah satu pemain paling populer di dunia. Faktanya, Mbappe adalah pemain keempat yang paling banyak diikuti di Instagram, di belakang rekan setimnya di PSG Neymar dan Lionel Messi, serta bintang Manchester United Cristiano Ronaldo.

Namun, baru-baru ini karena keputusannya yang mengejutkan untuk bertahan di PSG selama tiga tahun ke depan, banyak penggemar Madrid yang kecewa dengan Mbappe. Padahal, pemain berusia 23 tahun itu sudah membuat kesepakatan untuk pindah ke Santiago Bernabeu sebelumnya.

Keputusan mengejutkan Mbappe membuatnya dilaporkan kehilangan 700.000 pengikut di Instagram setelah menolak tawaran Madrid.

Mbappe memang menjadi salah satu isu panas di bursa transfer musim lalu. Kontraknya yang habis musim ini bersama PSG dan belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak membuat Mbappe dikabarkan akan pindah ke Madrid.

Namun, setelah kompetisi berakhir, Mbappe menyatakan akan bertahan di Paris setelah mendapat tawaran menggiurkan. Alhasil, penyerang timnas Prancis itu harus rela kehilangan followers di media sosial.

Mbappe berkomitmen untuk masa depannya bersama raksasa Ligue 1 dan telah menandatangani kontrak tiga tahun.
Ini adalah keputusan yang berjalan dengan baik di ibu kota Prancis, tetapi tidak di Madrid. Sejumlah fans kecewa dengan Mbappe. Dengan sanksi sosial yang diberikan kepadanya. Sejumlah fans Madrid berbondong-bondong meng-unfollow akun Instagram Mbappe.

10 Foto Kemenangan AC Milan di Liga Italia, 11 Tahun Penantian

El Chiringuito mengklaim jumlah pengikut Mbappe turun dari 71,6 juta menjadi 70,9 juta pada Sabtu (21/5/2022) setelah pembaruan kontraknya diumumkan. Seorang penggemar juga membagikan tangkapan layar diri mereka yang memblokir pemenang Piala Dunia 2018 di Twitter.

Simak :   Wawancara Sir Alex Ferguson 1983 Ini Direkam Viral

Setelah resmi memperpanjang kontrak, Mbappe dijanjikan sejumlah fasilitas di Parc des Princes, termasuk sport control. Direktur olahraga Leonardo akan dipecat setelah tiga tahun bertugas dan posisi Mauricio Pochettino sebagai pelatih dikatakan dalam bahaya.

Sejauh ini, PSG masih menjadi kekuatan dominan di sepakbola Prancis meski belum pernah menjuarai Liga Champions. Menjadi ironis karena pemilik PSG terus menggelontorkan dana besar ke dalam skuatnya. Mbappe mengaku memilih bertahan di klub karena ‘kisahnya’ belum selesai.

Dia mengatakan kepada media lokal dalam konferensi pers, Senin (23/5/2022). “Semua orang tahu saya ingin pergi tahun lalu, dan saya yakin itu akan menjadi keputusan terbaik saat itu,” katanya.

“Tahun-tahun berlalu, tetapi itu berbeda dan konteksnya berbeda sekarang. Itu berlaku untuk istilah olahraga dan juga, secara pribadi, saya bebas membuat keputusan. Saya tahu betapa pentingnya itu di Prancis.”

“Ini adalah negara tempat saya dibesarkan. Saya selalu tinggal di sini, dan meninggalkan negara saya tidaklah benar. Ada aspek sentimental bagi saya. Ini adalah negara saya. Proyek olahraga juga telah berubah. Itu membuat saya ingin bertahan karena menurut saya ceritanya sudah berubah. Saya belum selesai,” tambahnya.

Sementara Madrid yang memprioritaskan Mbappe dalam transfernya terpaksa harus kecewa dengan keputusan tersebut. Tak terkecuali Presiden La Liga Javier Tebas. Ia menyebut PSG dan Nasser Al-Khelaifi sama berbahayanya dengan Liga Super Eropa.

(atmaja wijaya/yul)

Leave a Comment